Credits
• Producers : Karan Johar, Hiroo Johar
• Director: Sidharth Malhotra
• Writers : Karan Johar (Writer), Sidharth Malhotra (Writer, Story)
• Casts : Kajol, Kareena Kapoor, Arjun Rampal, Nominath Ginsberg, Aachal Munjal, Diya Sonecha.
Setelah sukses duduk di bangku sutradara untuk mengarahkan karya terakhirnya, My Name Is Khan, pada tahun 2009, Karan Johar yang sebelumya juga sukses mengeksekusi Kuch Kuch Hota Hai (1998) dan Kabhi Kushi Kabhie Gham (2001) kembali dengan film terbarunya di tahun 2010 ini sebagai produser sekaligus script writer melalui We Are Family, sebuah remake dari Stepmom karya Chris Columbus pada tahun 1998.
We Are Family bercerita tentang kehidupan keluarga broken home yang terdiri dari seorang ibu, Maya, dengan tiga orang anak yang sangat dicintainya, Aleya, Ankush, dan Anjali, yang telah bercerai dengan suaminya, Aman. Setelah dua tahun perceraian, Aman yang masih menjalin hubungan baik dengan ketiga anaknya kembali ke rumahnya saat pesta ulang tahun Anjali bersama kekasih barunya, Shreya, seorang mode designer. Kedatangan Aman dan Shreya inilah yang kemudian menjadi awal permasalahan yang timbul dalam keluarga ini.
Seperti halnya kebanyakan film dengan tema masalah keluarga seperti dalam We Are Family, kecemburuan hadir menjadi pemicu konflik yang akan mewarnai keseluruhan jalan cerita. Baik ketidaksetujuan Aleya, Ankush, dan Anjali akan kedatangan Shreya yang mereka anggap sebagai ancaman akan menggantikan posisi ibu mereka, atau bahkan kecemburuan Maya akan Shreya yang lambat laun berhasil mencuri perhatian ketiga anaknya. Masalah menjadi begitu rumit ketika Maya menemui dirinya mengidap kanker dan harus menghadapi kenyataan bahwa umurnya hanya tinggal dalam hitungan bulan saja.
Film drama keluarga hasil kerjasama India dan Australia ini hadir memukau dengan alur dan jalan cerita yang rapi dan teratur, dengan memberikan porsi yang pas pada pengenalan masing-masing karakter dan penciptaan konflik dari urutan adegan yang ditampilkan. Apalagi didukung dengan acting para pemain yang sudah tidak dapat diragukan lagi. Lihat saja penampilan memukau Kajol yang sudah wara-wiri dan banyak mengenyam asam garam industry perfilman Bollywood sebagai Maya yang diadu dengan Kareena Kapoor yang sebelumnya sukses dengan 3 Idiots sebagai Shreya, berhasil menambah nilai lebih film ini dari segi totalitas akting mereka.
Image film india yang jago dalam menghadirkan film-film tearjerker yang mampu menyentuh setiap hati dan perasaan penontonya benar-benar mampu diwujudkan dalam film berdurasi 115 menit ini. Disuguhkan dengan story line yang memang mengajak penonton untuk berempati lebih dalam untuk menikmati setiap scene penuh harunya, ditambah dengan pengabungan setiap elemen-elemen film seperti acting dan music scoring yang mampu membuat penonton “menangis Bombay” pada bagian tengah hingga penyelesaian film, dengan begitu memang tidak dapat disangsikan lagi jika film india satu ini memang sukses dalam memberikan suguhan yang mampu memporak-porandakan emosi dan perasaan penontonya.
Ciri khas film India lainnya yang selalu memberikan music scene untuk goyangan dan nyanyian tidak akan ditemui dalam porsi berlebihan di film ini. Dengan hanya memberikan beberapa lagu sebagai backsound yang sayangnya kadang-kadang masih ditemui seolah kurang pas dengan scene yang ditampilkan, saya rasa memang sudah cukup tanpa harus menghadirkan begitu banyak music scene dalam film. Meskipun begitu ternyata, Siddharth Malhotra, sang sutradara masih menyelipkan satu buah music scene berkedok karaoke bersetting pada sebuah bar yang cukup menghibur dengan kelakuan konyol para casts saat menyanyi di tengah film. Hal inilah yang saya rasa menunjukkan bahwa bagaimana Film India saat ini sudah memasuki era baru, dan meninggalkan jaman keemasan “Inspektur Vijay” atau “Tuan Takur.” Namun jangan anggap bahwa We Are Family hanyalah sebuah tearjerker India murahan yang hanya mengandalkan adegan termehek-meheknya. Dengan memberikan porsi yang cukup banyak pada tiga karakter anak pada tingkat umur dan kedewasaan yang berbeda dan disuguhkan secara natural pada acting maupun sifat, karakter, kelakuan, kelucuan dan kenakalan khas anak-anak yang begitu polos ditambah beberapa factor yang telah saya sampaikan di atas, semua itu mampu membuat film ini menjadi paket lengkap sebuah tontonan keluarga berkualitas yang begitu sayang untuk dilewatkan.
SINOPSIS
Bercerita tentang Maya (Kajol), seorang ibu yang sempurna. Setelah mengalami perceraian dengan suami, Aman (Arjun Rampal), seluruh waktu dan energi Maya di curahkan sepenuhnya untuk ketiga anaknya : Aleya (Aachal Munjal), Ankush (Nominath Ginsberg), dan Anjali (Diya Sonecha).Walaupun sudah bercerai, Maya dan Aman tetap berhubungan baik. Maya selalu memastikan bahwa semua harus tetap berjalan dengan baik, bahwa ketiga anaknya harus tetap dapat meraskan hidup sebagai keluarga bahagia pasca perceraian mereka.
Keadaan menjadi sedikit tidak terkendali bagi Maya saat Aman mengenalkan pacar barunya, Shreya (Kareena Kapoor), calon ibu tiri bagi ketiga anak Maya yang dengan tulus ingin mengenal masing-masing anggota keluarga tersebut.
Beberapa kejadian menyebabkan kesalah pahaman, membuat hubungan Maya, Shreya dan ketiga anaknya tidak harmonis. Dan kesalah pahaman itu terbayar saat maya menginginkan shreya yang mengantikan posisi di dalam rumah tangganya.
ANALISIS
Dalam keluarga ini membahas tentang seorang ibu yang membesarkan ketiga anaknya seorang diri. Ibu memiliki anak pertama dan ketiga seorang perempuan dan anak kedua seorang laki-laki. Ayah yang memiliki profesi sebagai fotografer dan menuntut bnyak waktu yang dihabiskan di luar rumah ini mengakibatkan ayah memiliki banyak rekan kerja dan dari profesi inilah ayah menemukan pedamping hidupnya setelah bercerai dengan istrinya. Ayah berperan hanya pada saat momen-momen tertentu saja misalnya pada saat menjemput anak pulang sekolah dan pada saat acara ulang tahun anak, atau acara sekolah. Ayah pun di beri kebebasan bertemu dengan anak-anaknya karena ibu menginginkan anak mendapatkan kasih sayang dari ayahnya meskipun statusnya sudah berpisah.
Dengan keadaan orang tua itu pulalah yang menuntut ibu over protektif terhadap anak-anaknya sehingga anak-anaknya sedikit terisolasi dari masyarakat. Bahkan ibu sendiri tidak percaya kepada orang lain untuk mengasuh anak-anaknya. Bahkan pada saat anaknya di asuh oleh ibu barunya ibunya merasa kekhawatiran yang mendalam dan sikap inilah yang mendasari ayah untuk berpisah dari istrinya. Ayah merasa tidak begitu diperlukan dalam keluarga sehingga ayah lebih banyak menghabiskan banyak waktu untuk kegitan di luar yaiu sebagai fotografer.
Konflik terjadi saat ayah mengenalkan pendamping hidupnya yang barupada anaknya, anak yang hanya mengetahui bahwa ibunya yang menjadi satu-satunya orang yang ayahnya cintai kini ketiga anaknya harus bisa menerima kenyataan bahwa ayahnya mencintai orang lain. Anak pertama melai menolak dan mempertanyakan kenapa bisa terjadi, anak kedua dia hanya menunjukkan raa kecewa akan tetapi tidak secara keseluruhan paham akan kejadian yang terjadi saat itu dikaenakan anak keduanya masih bersekolah di bangku sekolah dasar, anak ketiganya hanya berpendapat bahwa ayahnya jahat dan masih memiliki pemikiran seperti yang di cerita ongeng karena anak ketiganya sendiri masih TK.
Ibu mulai mengubah keadaan saat menyadari bahwa ibu memiliki gangguan kesehatan berupa kangker rahim. Ibu mulai mengkhawatirkan bagaimana kelangsungan hidup anak-anaknya jika ketiga anaknya tumbuh tanpa seorang ibu. Ibu mulai memikirkan bagaimana ketiga anaknya mendapatkan kasih sayang yang lengkap baik dari seorang ayah maupun dari seorang ibu yang baru bagi ketiga anaknya.
Ibu mulai mempertimbangkan wanita yang ayahnya cintai selain dirinya untuk menjadi pengantinya. Dan pada akhirnya memang semuanya terjadi secara labih baik saat ayah mampu untuk menghandel dan memegang kendali saat Ibu mulai melepaskan kendali karena kesehatannya. Memang dalam keluarga itu sendiri memiliki 3 kendala dalam memberikan pola asuh dan bantuan kepada anak-anak nya 3 kendala tersebut meliputi kesehatan, usia, dan status pernikahan. Dan status pernikahan yang single parent menutut ibu untuk lebih kerja ekstra untuk anak-anaknya sehinga sedikit mengabaikan mengenai kesehatanya, dan dengan memiliki sedikit waktu untuk perduli akan kesehatanya pada akhirnya ibu harus menyerahakibat dari ganguan kesehatannya sendiri selain itu usia pulalah yang menjadi faktor utama pada gangguan kesehatan itu sendiri.
Saat ibu mulai melepaskan tanggung jawabnya akan kelangsungan rumah tangganya ibu berpesan agar anak pertama lebih menjag adik-adiknya. Dalam pola asuh memang anak pertama memiliki tanggug jawab yang besar dan anak pertama pula yang memiliki jiwa kepimpinan.
DAFTAR PUSTAKA
• http://www.boleh.com/movie/detail/29_we_are_family
• http://ardnas20.wordpress.com/2010/09/20/we-are-family indiaaustralia2010/
Minggu, 08 April 2012
Selasa, 21 Februari 2012
psikologi dewasa dan lanjut usia
Nama : Isnani Rachmawati
Nim : 0911233073
Kelas : A
Mat.Kul : psikologi dewasa dan usia lanjut
Dosen pengampu : ibu Farah
Dalam tugas ini saya akan merivew salah satu tokoh di dalam film The Devil wears prada yaitu Andre Sachs dalam film ini Andre Sachs tinggal bersama pasangannya di sebuah kontrakan dan pasangan ini sudah memiliki pekerjaan dan Andre Sachs sendiri masih mencari perkerjaan. Setelah Andre Sachs beberapa kali melamar pekerjaan akhirnya Andre Sachs di terima di sebuah perusahaan fasion yang sangat terkenal, kendala yang di alami Andre Sachs yaitu di mana Andre Sachs tidak begitu memiliki selera fashion yang bagus
Andre Sachs memiliki penampilan yang serba sederhana dari atasan sampai bawahan tidak di padupadankan akan tetapi Andre Sachs nyaman mengenakannya, setelah Andre Sachs bekerja tuntutan selain fashion yaitu tuntutan Andre Sachs untuk bekerja secara cepat namun tidak boleh ceroboh, awal memang Andre Sachs mengalami kesulitan akan tetapi setelah beberapa hari Andre Sachs masuk kerja Andre Sachs memiliki kendala lagi bos atau atasan Andre Sachs tidak suka akan kinerja kerjanya akhirnya Andre Sachs di pecat. Andre Sachs tidak menyerah begitu saja, Andre Sachs di tolong salah satu pegawai dari tempat Andre Sachs bekerja, Andre Sachs di tata sedemikian rupa agar memperbaiki fashonnya dan tentunya menunjang kinerjanya. Sehari kemudian Andre Sachs kembali lagi untuk bekerja dan reaksi bos / atasan Andre Sachs hanya diam dan tercengang melihat perubahan penampilan pada Andre Sachs.
Resiko lain yang di hadapi pada Andre Sachs yaitu dimana saat semua impian dan harapan Andre Sachs tercapai Andre Sachs mengalami sedikit hubungan yang renggang terhadap pasangan dan teman-temannya. Andre Sachs berharap perubahan penampilannya ini dapat diterima oleh pasanga dan teman-temannya karena Andre Sachs bisa seperti itu karena tuntutan dari pekerjaanya. Akan tetapi baik pasangan maupun teman-temannya mengganggap bahwa perubahan yang telah terjadi pada Andre Sachs itu malah membuat Andre Sachs terlihat aneh dan seperti bukan jati diri Andre Sachs sebenarnya.
Di sisi lain karir Andre Sachs semakin meningkat dan Andre Sachs berusaha semaksimal mungkin memberikan kepercayaan kepada pasangan dan teman-temannya bahwa meskipun penampilan Andre Sachs berubah akan tetapi Andre Sachs masih memiliki waktu untuk pasangan dan teman-temannya.
Dari penjelasan cerita di atas pada film The Devil Wears Prada tokoh Andre Sachs memiliki :
•Perkembangan fisik terlihat dari awal Andre Sachs bekerja, Andre Sachs memiliki penampilan yang biasa-biasa saja akan tetapi setelah Andre Sachs bekerja Andre Sachs mulai memikirkan penampilan dan memadupadankan pakaian yang dikenakannya untuk bekerja.
•Perkembangan kognitif saat Andre Sachs belum memikirkan untuk bekerja Andre Sachs hanya memikirkan pasangan dan teman-temannya, kesana-kemari hanya mencari kesenangan tetapi saat Andre Sachs mulai untuk bekerja Andre Sachs mulai untuk memikirkan banyak hal tidak hanya untuk kesengannya saja akan tetapi memikirkan agar Andre Sachs dapat bertahan di dalam bekerjaanya.
•Perkembangan sosial saat Andre Sachs belum bekerja Andre Sachs hanya di lingkungan yang sempit kalau tidak di rumah ya di BAR bersama teman-teman dan pasangannya, saat Andre Sachs mulai bekerja Andre Sachs memiliki lingkungan yang sangat luas seperti misalnya menghadiri perlombaan busana atau mengirimkan baju-baju ke berbagai negara.
Nim : 0911233073
Kelas : A
Mat.Kul : psikologi dewasa dan usia lanjut
Dosen pengampu : ibu Farah
Dalam tugas ini saya akan merivew salah satu tokoh di dalam film The Devil wears prada yaitu Andre Sachs dalam film ini Andre Sachs tinggal bersama pasangannya di sebuah kontrakan dan pasangan ini sudah memiliki pekerjaan dan Andre Sachs sendiri masih mencari perkerjaan. Setelah Andre Sachs beberapa kali melamar pekerjaan akhirnya Andre Sachs di terima di sebuah perusahaan fasion yang sangat terkenal, kendala yang di alami Andre Sachs yaitu di mana Andre Sachs tidak begitu memiliki selera fashion yang bagus
Andre Sachs memiliki penampilan yang serba sederhana dari atasan sampai bawahan tidak di padupadankan akan tetapi Andre Sachs nyaman mengenakannya, setelah Andre Sachs bekerja tuntutan selain fashion yaitu tuntutan Andre Sachs untuk bekerja secara cepat namun tidak boleh ceroboh, awal memang Andre Sachs mengalami kesulitan akan tetapi setelah beberapa hari Andre Sachs masuk kerja Andre Sachs memiliki kendala lagi bos atau atasan Andre Sachs tidak suka akan kinerja kerjanya akhirnya Andre Sachs di pecat. Andre Sachs tidak menyerah begitu saja, Andre Sachs di tolong salah satu pegawai dari tempat Andre Sachs bekerja, Andre Sachs di tata sedemikian rupa agar memperbaiki fashonnya dan tentunya menunjang kinerjanya. Sehari kemudian Andre Sachs kembali lagi untuk bekerja dan reaksi bos / atasan Andre Sachs hanya diam dan tercengang melihat perubahan penampilan pada Andre Sachs.
Resiko lain yang di hadapi pada Andre Sachs yaitu dimana saat semua impian dan harapan Andre Sachs tercapai Andre Sachs mengalami sedikit hubungan yang renggang terhadap pasangan dan teman-temannya. Andre Sachs berharap perubahan penampilannya ini dapat diterima oleh pasanga dan teman-temannya karena Andre Sachs bisa seperti itu karena tuntutan dari pekerjaanya. Akan tetapi baik pasangan maupun teman-temannya mengganggap bahwa perubahan yang telah terjadi pada Andre Sachs itu malah membuat Andre Sachs terlihat aneh dan seperti bukan jati diri Andre Sachs sebenarnya.
Di sisi lain karir Andre Sachs semakin meningkat dan Andre Sachs berusaha semaksimal mungkin memberikan kepercayaan kepada pasangan dan teman-temannya bahwa meskipun penampilan Andre Sachs berubah akan tetapi Andre Sachs masih memiliki waktu untuk pasangan dan teman-temannya.
Dari penjelasan cerita di atas pada film The Devil Wears Prada tokoh Andre Sachs memiliki :
•Perkembangan fisik terlihat dari awal Andre Sachs bekerja, Andre Sachs memiliki penampilan yang biasa-biasa saja akan tetapi setelah Andre Sachs bekerja Andre Sachs mulai memikirkan penampilan dan memadupadankan pakaian yang dikenakannya untuk bekerja.
•Perkembangan kognitif saat Andre Sachs belum memikirkan untuk bekerja Andre Sachs hanya memikirkan pasangan dan teman-temannya, kesana-kemari hanya mencari kesenangan tetapi saat Andre Sachs mulai untuk bekerja Andre Sachs mulai untuk memikirkan banyak hal tidak hanya untuk kesengannya saja akan tetapi memikirkan agar Andre Sachs dapat bertahan di dalam bekerjaanya.
•Perkembangan sosial saat Andre Sachs belum bekerja Andre Sachs hanya di lingkungan yang sempit kalau tidak di rumah ya di BAR bersama teman-teman dan pasangannya, saat Andre Sachs mulai bekerja Andre Sachs memiliki lingkungan yang sangat luas seperti misalnya menghadiri perlombaan busana atau mengirimkan baju-baju ke berbagai negara.
Minggu, 08 Januari 2012
psikologi remaja
Nama : isnani rachmawati
Nim : 0911233073
Mat.kul : perkembangan remaja
Dosen pengampu : Ari Pratiwi
Judul : “PENEMUAN IDENTITAS DIRI PADA MASA DEWASA”
Proses pencarian identitas adalah proses dimana seorang remaja mengembangan suatu identitas personal atau sense of self yang unik yang berbeda dari orang lain (individuation).
Dalam psikologi perkembangan pembentukan identitas merupakan tugas utama dalam perkembangan kepribadian yang diharapkan tercapai pada akhir masa remaja. Pembentukan identitas sebenarnya sudah dimulai dari masa anak-anak, tetapi pada masa remaja ia menerima dimensi-dimensi baru karena berhadapan dengan perubahan-perubahan fisik, kognitif, dan relasional (Grotevant dan Cooper, 1998)
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, identitas adalah ciri-ciri atau keadaan khusus seseorang. Sedangkan diri adalah, seseorang (terpisah dari yang lain). identitas diri adalah ciri-ciri atau keadaan seseorang yang berbeda dengan orang lain. identitas diri merupakan hal yang mutlak ada dalam kehidupan manusia. Identitas bisa dikatakan sebagai pembeda seseorang dengan yang lainnya. Bisa dibayangkan apa yang terjadi seandainya semua orang tidak memiliki identitas diri masing-masing. Maka yang terjadi adalah, banyak kesalahpahaman dalam mengenal seseorang, dan semacamnya. Sebuah identitas diri dapat terbentuk didalam :
1. lingkungan keluarga,
2. lingkungan kerja,
3. lingkungan masyarakat,
4. kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pembentukan identitas diri hasil dari kerja keras seseorang dengan belajar dalam segala aspek lingkungan dan menggabungkannya menjadi sebuah bingkai yang indah di dalam kehidupan merupakan sarana bagi pembentukan pola pikir (mindset) dan sikap mental, memajukan adab dan kemampuan bangsa merupakan tugas utama pembangunan kebudayaan nasional
Ini cerita nyata permasalahan kakak saya bernama MW saat ini MW berusia 23 tahun dan MW tinggal bersama orang tuanya. Hubungan MW dengan orang tua memang sedikit ada masalah, masalah ini muncul karena MW sendiri saat ini sedang pengangguran dan hanya tinggal di rumah saja tanpa ada aktivitas yang signifikan, padahal mw ini sudah di bukakan oleh orang tuanya sebuah toko beserta isinya dan tugas MW hanya menjaga toko dan membukanya saja akan tetapi MW tidak pernah mau untuk menjaga toko apalagi membukanya, mw berkata aku malau kalau di suruh jaga tko lagian aku juga tidak tau harga-harga yang di jual di toko. MW memang memiliki watak yang keras dan MW ini anak bertama dari dua bersaudara. Dan usia mw saat ini 23 thn. Itu sebagian masalah MW dengan orang tua masih banyak hal permasalahan yang MW lakukan terhadap keluarga misalnya masalah uang sehari-hari, pacar, teman-teman bermainnya, dan MW kurang ada hubungan yang baik dengan adiknya, MW selalu meminta suatu hal yang sama saat adiknya meminta sesuatu itu kepada orang tuanya, entah uang, sepeda motor, dan perlengkapan sehari-hari
MW saat ini menjadi ketua komunitas club sepeda motor yang menurut saya tidak jelas apa manfaatnya karena komunitas club ini itu hanya sekumpulan orang yang memodifikasi sepeda motornya yang tidak menjadikan motor itu baik akan tetapi menjadikan motor itu cepat rusak misalnya mengecilkan ban, lalu memotong kenalpot, spion tidak ada pada intinya itu mengubah dari standartnya sepeda motor menjadikan sepeda motor tidak standart lagi dan dengan memodifikasi sepeda motor dengan cara yang salah, club sepeda motor ini bernama NMS setiap sabtu dan minggu selalu berkumpul di musium pada jam 08.00-02.00 MW di jadikan ketua karena seringnya MW datang ke bengkel yang menjadi basecamp untuk komunitasnya.
Dengan mw menjadi ketua inilah mw dipertemukan dengan MS yang menjadi modeling identitas diri MW, dari gaya penampilan, perilaku, dan benda-benda yang dimiliki MS harus sebisa mungkin dimiliki oleh MW. MS ini anak yang memang memberikan pengaruh besar terhadap MW karena kehidupan MS sendiri selalu dengan kehidupan dunia malamnya dan dengan gaya hidup mewah dan tentunya sering gonta-ganti cewek sebagai pelampiasan setiap permasalahannya, dan MS sendiri tidak mengetahui kalau selama ini MW menirukan apa yang selama ini ada pada diri MS, dari yang memakai boxer, gaonta-ganti cewek dan selalu ditidurinya, berpakaian ala distro dan harga sendal pun mencapai 300 ribu MW beli agar sama dengan MS, lalu yang mengejutkan lagi bahwa MW ini tidak mampu untuk memilah mana yang benar dan mana yang salah untuk diri MW. MW selalu memandang bahwa apa yang ada pada diri MS itu adalah benar dan patut untuk di contoh. Memang usia MW saat ini bukan anak-anak lagi akan tetapi perkembangan identitas diri pada usia MW itu seharusnya bisa mencapai kemandirian, kontrol diri, dan tanggung jawab pribadi (Papali Olds Feldman, pada tabel perkembangan) akan tetapi pada diri MW belum mencapai tahap itu.
Dan dengan tidak tercapainya tahap perkembangna pada usia mw dan mw mendapat pengeruh besar dari MS maka dapat dikatan sebagian besar apa yang ada pada diri mw itu adalah imitasi dari perlikau teman terdekatnya yaitu MS. MS tidak bisa berbuat banyak karena MS pun tidak mengetahui kalau MS ini dijadikan modeling untuk
penemuan jati diri MW.
Maka dengan permasalahan yang seperti ini seharusnya MW memiliki Pola pikir yang baik dalam hal menentukan perilaku apa yang baik untuk MW dan bagaimana memiliki tanggung jawab atas apa yang telah mw tirukan dari MS karena tidak setiap orang memiliki pola pikir yang sama meskipun perilaku yang dimunculkan itu sama. Selain itu MW seharsnya memiliki mental yang baik untuk menunjukkan bahwa identittas dirinya ini beda dari setiap orang dan identitas diri itu tidak hanya didapat dari teman terdekat saja tetapi bisa dari keluarga atau dirinya sendiri yang dapat dilihat dari pengembangan apa yang menjadi bakat dia.
Daftar pustaka
http://edukasi.kompasiana.com/2011/12/07/identitas-diri/
Papalia Olds Feldman, human Development.edisi 10. Salemba Humanika.2009
Nim : 0911233073
Mat.kul : perkembangan remaja
Dosen pengampu : Ari Pratiwi
Judul : “PENEMUAN IDENTITAS DIRI PADA MASA DEWASA”
Proses pencarian identitas adalah proses dimana seorang remaja mengembangan suatu identitas personal atau sense of self yang unik yang berbeda dari orang lain (individuation).
Dalam psikologi perkembangan pembentukan identitas merupakan tugas utama dalam perkembangan kepribadian yang diharapkan tercapai pada akhir masa remaja. Pembentukan identitas sebenarnya sudah dimulai dari masa anak-anak, tetapi pada masa remaja ia menerima dimensi-dimensi baru karena berhadapan dengan perubahan-perubahan fisik, kognitif, dan relasional (Grotevant dan Cooper, 1998)
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, identitas adalah ciri-ciri atau keadaan khusus seseorang. Sedangkan diri adalah, seseorang (terpisah dari yang lain). identitas diri adalah ciri-ciri atau keadaan seseorang yang berbeda dengan orang lain. identitas diri merupakan hal yang mutlak ada dalam kehidupan manusia. Identitas bisa dikatakan sebagai pembeda seseorang dengan yang lainnya. Bisa dibayangkan apa yang terjadi seandainya semua orang tidak memiliki identitas diri masing-masing. Maka yang terjadi adalah, banyak kesalahpahaman dalam mengenal seseorang, dan semacamnya. Sebuah identitas diri dapat terbentuk didalam :
1. lingkungan keluarga,
2. lingkungan kerja,
3. lingkungan masyarakat,
4. kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pembentukan identitas diri hasil dari kerja keras seseorang dengan belajar dalam segala aspek lingkungan dan menggabungkannya menjadi sebuah bingkai yang indah di dalam kehidupan merupakan sarana bagi pembentukan pola pikir (mindset) dan sikap mental, memajukan adab dan kemampuan bangsa merupakan tugas utama pembangunan kebudayaan nasional
Ini cerita nyata permasalahan kakak saya bernama MW saat ini MW berusia 23 tahun dan MW tinggal bersama orang tuanya. Hubungan MW dengan orang tua memang sedikit ada masalah, masalah ini muncul karena MW sendiri saat ini sedang pengangguran dan hanya tinggal di rumah saja tanpa ada aktivitas yang signifikan, padahal mw ini sudah di bukakan oleh orang tuanya sebuah toko beserta isinya dan tugas MW hanya menjaga toko dan membukanya saja akan tetapi MW tidak pernah mau untuk menjaga toko apalagi membukanya, mw berkata aku malau kalau di suruh jaga tko lagian aku juga tidak tau harga-harga yang di jual di toko. MW memang memiliki watak yang keras dan MW ini anak bertama dari dua bersaudara. Dan usia mw saat ini 23 thn. Itu sebagian masalah MW dengan orang tua masih banyak hal permasalahan yang MW lakukan terhadap keluarga misalnya masalah uang sehari-hari, pacar, teman-teman bermainnya, dan MW kurang ada hubungan yang baik dengan adiknya, MW selalu meminta suatu hal yang sama saat adiknya meminta sesuatu itu kepada orang tuanya, entah uang, sepeda motor, dan perlengkapan sehari-hari
MW saat ini menjadi ketua komunitas club sepeda motor yang menurut saya tidak jelas apa manfaatnya karena komunitas club ini itu hanya sekumpulan orang yang memodifikasi sepeda motornya yang tidak menjadikan motor itu baik akan tetapi menjadikan motor itu cepat rusak misalnya mengecilkan ban, lalu memotong kenalpot, spion tidak ada pada intinya itu mengubah dari standartnya sepeda motor menjadikan sepeda motor tidak standart lagi dan dengan memodifikasi sepeda motor dengan cara yang salah, club sepeda motor ini bernama NMS setiap sabtu dan minggu selalu berkumpul di musium pada jam 08.00-02.00 MW di jadikan ketua karena seringnya MW datang ke bengkel yang menjadi basecamp untuk komunitasnya.
Dengan mw menjadi ketua inilah mw dipertemukan dengan MS yang menjadi modeling identitas diri MW, dari gaya penampilan, perilaku, dan benda-benda yang dimiliki MS harus sebisa mungkin dimiliki oleh MW. MS ini anak yang memang memberikan pengaruh besar terhadap MW karena kehidupan MS sendiri selalu dengan kehidupan dunia malamnya dan dengan gaya hidup mewah dan tentunya sering gonta-ganti cewek sebagai pelampiasan setiap permasalahannya, dan MS sendiri tidak mengetahui kalau selama ini MW menirukan apa yang selama ini ada pada diri MS, dari yang memakai boxer, gaonta-ganti cewek dan selalu ditidurinya, berpakaian ala distro dan harga sendal pun mencapai 300 ribu MW beli agar sama dengan MS, lalu yang mengejutkan lagi bahwa MW ini tidak mampu untuk memilah mana yang benar dan mana yang salah untuk diri MW. MW selalu memandang bahwa apa yang ada pada diri MS itu adalah benar dan patut untuk di contoh. Memang usia MW saat ini bukan anak-anak lagi akan tetapi perkembangan identitas diri pada usia MW itu seharusnya bisa mencapai kemandirian, kontrol diri, dan tanggung jawab pribadi (Papali Olds Feldman, pada tabel perkembangan) akan tetapi pada diri MW belum mencapai tahap itu.
Dan dengan tidak tercapainya tahap perkembangna pada usia mw dan mw mendapat pengeruh besar dari MS maka dapat dikatan sebagian besar apa yang ada pada diri mw itu adalah imitasi dari perlikau teman terdekatnya yaitu MS. MS tidak bisa berbuat banyak karena MS pun tidak mengetahui kalau MS ini dijadikan modeling untuk
penemuan jati diri MW.
Maka dengan permasalahan yang seperti ini seharusnya MW memiliki Pola pikir yang baik dalam hal menentukan perilaku apa yang baik untuk MW dan bagaimana memiliki tanggung jawab atas apa yang telah mw tirukan dari MS karena tidak setiap orang memiliki pola pikir yang sama meskipun perilaku yang dimunculkan itu sama. Selain itu MW seharsnya memiliki mental yang baik untuk menunjukkan bahwa identittas dirinya ini beda dari setiap orang dan identitas diri itu tidak hanya didapat dari teman terdekat saja tetapi bisa dari keluarga atau dirinya sendiri yang dapat dilihat dari pengembangan apa yang menjadi bakat dia.
Daftar pustaka
http://edukasi.kompasiana.com/2011/12/07/identitas-diri/
Papalia Olds Feldman, human Development.edisi 10. Salemba Humanika.2009
Minggu, 04 Desember 2011
analisis film Gridion Gng dengan menggunakan teori kognitif, diri, identitas, emosi, kepribadian dan keluarga
Disusun untuk memenuhi tugas psikologi remaja
Dosen pengampu : Ari Pratiwi, S.Psi, M.Si
Nama : Isnani rachmawati
NIM : 0911233073
A. Pandangan perkembnagan kognitif
Menurut Piaget, pada masa ini terjadi perkembangan kognitif dari tahapan operasional konkret ke operasional formal. Sebagai pemikiran yang abstrak, remaja mengembangkan gambaran keadaan yang ideal. Mereka dapat berpikir seperti apakah orangtua yang ideal dan membandingkan orang tua mereka dengan standar ideal yang mereka miliki. Mereka mulai mempersiapkan kemungkinan-kemungkinan bagi masa depan dan terkagum-kagum terhadap apa yang mereka lakukan. Dalam film ini, seharusnya para remaja ini juga harus sudah berada pada tahapan operasional formal. Namun, pada kenyataannya mereka masih belum mengetahui antara hal yang benar dan salah mereka berangapan apa yang mereka lakukan itu adalah benar. Mereka masih senang berbuat semau mereka sendiri yang penting mereka senang. Seperti misalnya mencuri, merusak fasilitas umum, berkelahi, atau bahkan membunuh. Mereka masih seperti berada pada tahapan operasional konkret karena posisi mereka saat itu memang berada di masa transisi dari masa kanak-kanak ke dewasa.
B. Diri, identitas, dan emosi
Diri
• Pemahaman diri
Di masa remaja seorang individu menjadi lebih introspeksi, pemahan diri ini tidak sepenuhnya bersifat internal namun, merupakan sebuah konstruksi sosial-kognitif (Bregman, 2004; Bosma & Kunnen, 2001 ; Harre, 2004 ; Harter 2006 ; Suls,2000), dengan demikian perkembangan kapasitas kognitif remaja berinteraksi dengan pengalaman sosial-budaya, dan mempengaruhi pemahaman dirinya. Namun, pada kenyataanya pada film ini seorang remaja tidak mampu untuk introspeksi dalam segala suatu tindakan dan tidak berpikir secara logis.jadi bisa di katakan dalam film ini belum ada pemahaman diri yang secara baik.
• Harga diri dan konsep diri
Harga diri adalah suatu dimensi evaluasi global mengenai diri; disebut juga sebagai martabat diri atau citra diri bidang-bidang tertentu, Bisa dikatakan dalam film ini harga diri individu ini rendah dalam artian akibat perbuatan yang mereka lakukan menyebabkan mereka masuk penjara.
konsep diri adalah evaluasi yang menyangkut bidang-bidang tertentu dari diri,
Identitas diri
Identitas diri merupakan sebuah terminologi yang cukup luas yang dipakai seseorang untuk menjelaskan siapakah dirinya. Identitas diri dapat berisi atribut fisik, keanggotaan dalam suatu komunitas, keyakinan, tujuan, harapan, prinsip moral atau gaya sosial. Meski seringkali terbentuk secara tidak sadar, namun identitas diri merupakan sesuatu yang disadari dan diakui individu sebagai sesuatu yang menjelaskan tentang dirinya dan membuatnya berbeda dari orang lain (Fearon, 1999, h.23). Pada awalnya tokoh Willie merupakan anggota dari sebuah komunitas atau kelompok yang sifatnya sangat mengikat. Ia menganggap bahwa itulah identitas dirinya yang sebenarnya karena merasa menjadi anggota dan keterikatan in-group. Sehingga hal ini berpengaruh pada keyakinan, tujuan, harapan, dan gaya sosial sebgai seorang remaja. Ia menjadi berpikiran bahwa ketika dia menjadi anggota gang, maka ia harus melakukan hal yang dilakukan oleh seluruh anggota gang. Ia merasa bahwa ia akan jadi bagian dari kelompok atau komunitas tersebut selamanya sehingga lebih terkesan cenderung pada fanatik.
Berdasarkan karya Erikson, James Marcia (1980) mengidentifikasi empat status identitas melalui interview mendalam dengan remaja. Status ini mencerminkan tingkat komitmen yang dibuat remaja terhadap nilai-nilai agama dan politik di samping juga pekerjaan masa depan. Damon (1983) telah mengikhtisarkan empat status itu sebagai berikut.
1. Pengalihan identitas (foreclosure): Individu dalam status pengalihan identitas tidak pernah mengalami krisis identitas. Mereka telah membentuk suatu identitas prematur lebih berdasarkan pilihan orang tua mereka daripada identitas mereka sendiri. Mereka telah membuat komitmen pekerjaan dan ideologi, tetapi komitmen ini lebih mencerminkan suatu penilaian tentang apa yang dapat dilakukan figur orang tua atau otoritas anak itu daripada suatu proses otonom anak dalam penilaian-diri. Ini merupakan suatu jenis “identitas-semu” yang pada umumnya terlalu dipaksakan dan kaku untuk difungsikan sebagai dasar menghadapi krisis hidup di masa depan.
2. Kebingungan identitas (identity diffusion): Individu yang mengalami kebingungan identitas tidak menemukan arah pekerjaan atau komitmen ideologi yang mana pun, dan mencapai kemajuan kecil kearah tujuan-tujuan ini. Mereka kemungkinan telah mengalami krisis identitas, dan apabila benar, mereka tidak dapat mengatasinya.
3. Moratorium: Individu yang berada dalam status moratorium adalah individu yang telah mulai melakukan eksperimen dengan pilihan-pilihan pekerjaan dan ideologi namun belum membuat komitmen pasti terhadap salah satu pilihan. Individu ini langsung berada di tengah-tengah suatu krisis identitas dan sedang mencari pilihan-pilihan hidup pengganti.
4. Pencapaian identitas (identity achievement): Pencapaian identitas menandakan suatu status konsolidasi identitas. Pada tahap ini individu telah sadar akan dirinya sendiri, membuat keputusan-keputusan tegas tentang pekerjaan dan ideologi. Individu itu yakin bahwa keputusan-keputusan itu dibuat berdasarkan otonomi dan kebebasan serta komitmen internal yang dalam.
Emosi
Emosi adalah perasaan atau efek yang muncul ketika seseorang dalam status atau interaksi yang penting baginya terutama bagi kesejahteraanya (Campos, 2004; Campos, Frankel & Camras, 2004)
Emosi remaja
Sudah sejak lama masa remaja dinyatakan sebagai masa badai emosional (Hall,1904). Dalam bentuknya yang ekstrem pandangan ini terlalu stereotip karena remaja tidak selalu dalam kondisi “badai dan stress” meskipun demikian tidak dapat di sangkal bahwa masa remaja awal merupakan suatu masa dimana fluktuasi emosi (naik-turun) berlangsung lebih sering (Roseblum & Lewis, 2003). Memang benar di film ini pun Willy emosinya tidak terkontrol dimana saat salah satu anggota genk nya di sakiti oleh genk lain yaitu genk 88 dan genk 89.
Kepribadian
• Sifat-sifat kepribadian (OCEAN) (Caspi,& Shiner , 2006)
o Oppeness : imajinatif atau praktis, tertarik pada keragaman atau rutinitas, independent atau menyesuaikan diri
o Conscientionusness : terorganisir atau tidak terorganisir, teliti atau ceroboh, disiplin atau impulsif.
o Extraversion : ramah atau malu-malu, suka humor atau muram, penuh kasih sayang atau suka menyendiri
o Agreblaness : berhati lembut atau kasar, mudah percaya atau mudah curiga, suka menolong atau tidak komparatif
o Neurotism : tenang atau gelisah, merasa aman atau merasa tidak nyaman, puas diri atau mengasihani diri
Dalam fil ini WILLY dia sangat gelisah ketika ad anggota genknya di sakiti oleh genk yang lainnya selain itu Willy mudah curiga kepada orang yang terlalu lama menatap matanya, dia juga kassar dalam menunjukkan perilakunya ini dapat dilihat pada saat permainan football.
• Tempramen
Gaya perilaku dan karakterristik individual dalam memberikan respon individual (Galastimbos &Costigan,2003)
• Kategori tempramen (Chess & Thomas, 1977)
o Easy child
pada umumnya anak ini memiliki suasana hati yang positif, cepat membangun rutinitas, dan mudah beradaptasi dengan pengalaman-pengalaman baru.
o Difficut child
Anak ini cenderung bereaksi secara negatif terhadap berbagai situasi dan lambat dalam menerima pengalaman-pengalaman baru.
o Slow to warm up child
Tingkat aktivitas rendah, agak negatif, dan memperlihatkan suasana hati yang intensitasnya rendah
Jadi dalam hal ini Willy dapat dikatakan kategori tempramen yang Difficut child, karena WILLY bereaksi negatif baik dalam lingkungan penjara maupun saat permainan football.
C. Keluarga
Orangtua (ayah dan ibu) memegang peranan dalam pembinaan kesejahteraan keluarga bersama secara fisik, materi, dan spiritual, serta meningkatkan kedudukan keluarga dalam masyarakat. Peran keluarga atau orangtua dalam perkembangan kedewasaan remaja untuk tumbuh normal dalam melakukan peran sertanya bermasyarakat. Kurangnya kontrol sosial keluarga pada anak yang menginjak dewasa (remaja) akan menyebabkan kesulitan seorang remaja dalam menemukan identitas sesungghunya (identity diffusion atau role confusion). Hal tersebut jika tidak disikapi dengan bijak akan membawa dampak negatif pada perilaku remaja. Hal ini sesuai dengan yang ada di dalam film. Orang tua Willie sangat berpengaruh pada perkembangan identitasnya. Karena ayah tirinya suka memukul ibu yang dicintainya hingga akhirnya ia merasa bahwa harus menjadi sosok yang keras agar dapat melindungi ibunya. Namun, hal ini berdampak negatif pada kehidupannya karena pada akhirnya ia membunuh ayah tirinya tersebut dengan maksud untuk melindungi ibunya dari kekerasan sang ayah.
Kriteria keluarga Willie termasuk dalam kriteria keluarga yang tidak sehat, menurut para ahli kriteria tersebut, antara lain:
1. Keluarga tidak utuh (broken home by death, separation, divorce).
2. Kesibukan orangtua, ketidakberadaan dan ketidakbersamaan orang tua dan anak di rumah.
3. Hubungan interpersonal antar anggota keluarga (ayah-ibu-anak) yang tidak baik (buruk).
4. Substitusi ungkapan kasih sayang orangtua kepada anak, dalam bentuk materi daripada kejiwaan (psikologis).
Keluarga Willie merupakan keluarga yang tidak utuh dimana orang tua bercerai dan ibunya menikah lagi dengan seorang laki-laki yang kasar. Sehingga hal ini berdampak pada hubungan interpersonal antar dirinya dengan ayah tirinya terjalin dengan buruk dan berpengaruh pada perilakunya
Dosen pengampu : Ari Pratiwi, S.Psi, M.Si
Nama : Isnani rachmawati
NIM : 0911233073
A. Pandangan perkembnagan kognitif
Menurut Piaget, pada masa ini terjadi perkembangan kognitif dari tahapan operasional konkret ke operasional formal. Sebagai pemikiran yang abstrak, remaja mengembangkan gambaran keadaan yang ideal. Mereka dapat berpikir seperti apakah orangtua yang ideal dan membandingkan orang tua mereka dengan standar ideal yang mereka miliki. Mereka mulai mempersiapkan kemungkinan-kemungkinan bagi masa depan dan terkagum-kagum terhadap apa yang mereka lakukan. Dalam film ini, seharusnya para remaja ini juga harus sudah berada pada tahapan operasional formal. Namun, pada kenyataannya mereka masih belum mengetahui antara hal yang benar dan salah mereka berangapan apa yang mereka lakukan itu adalah benar. Mereka masih senang berbuat semau mereka sendiri yang penting mereka senang. Seperti misalnya mencuri, merusak fasilitas umum, berkelahi, atau bahkan membunuh. Mereka masih seperti berada pada tahapan operasional konkret karena posisi mereka saat itu memang berada di masa transisi dari masa kanak-kanak ke dewasa.
B. Diri, identitas, dan emosi
Diri
• Pemahaman diri
Di masa remaja seorang individu menjadi lebih introspeksi, pemahan diri ini tidak sepenuhnya bersifat internal namun, merupakan sebuah konstruksi sosial-kognitif (Bregman, 2004; Bosma & Kunnen, 2001 ; Harre, 2004 ; Harter 2006 ; Suls,2000), dengan demikian perkembangan kapasitas kognitif remaja berinteraksi dengan pengalaman sosial-budaya, dan mempengaruhi pemahaman dirinya. Namun, pada kenyataanya pada film ini seorang remaja tidak mampu untuk introspeksi dalam segala suatu tindakan dan tidak berpikir secara logis.jadi bisa di katakan dalam film ini belum ada pemahaman diri yang secara baik.
• Harga diri dan konsep diri
Harga diri adalah suatu dimensi evaluasi global mengenai diri; disebut juga sebagai martabat diri atau citra diri bidang-bidang tertentu, Bisa dikatakan dalam film ini harga diri individu ini rendah dalam artian akibat perbuatan yang mereka lakukan menyebabkan mereka masuk penjara.
konsep diri adalah evaluasi yang menyangkut bidang-bidang tertentu dari diri,
Identitas diri
Identitas diri merupakan sebuah terminologi yang cukup luas yang dipakai seseorang untuk menjelaskan siapakah dirinya. Identitas diri dapat berisi atribut fisik, keanggotaan dalam suatu komunitas, keyakinan, tujuan, harapan, prinsip moral atau gaya sosial. Meski seringkali terbentuk secara tidak sadar, namun identitas diri merupakan sesuatu yang disadari dan diakui individu sebagai sesuatu yang menjelaskan tentang dirinya dan membuatnya berbeda dari orang lain (Fearon, 1999, h.23). Pada awalnya tokoh Willie merupakan anggota dari sebuah komunitas atau kelompok yang sifatnya sangat mengikat. Ia menganggap bahwa itulah identitas dirinya yang sebenarnya karena merasa menjadi anggota dan keterikatan in-group. Sehingga hal ini berpengaruh pada keyakinan, tujuan, harapan, dan gaya sosial sebgai seorang remaja. Ia menjadi berpikiran bahwa ketika dia menjadi anggota gang, maka ia harus melakukan hal yang dilakukan oleh seluruh anggota gang. Ia merasa bahwa ia akan jadi bagian dari kelompok atau komunitas tersebut selamanya sehingga lebih terkesan cenderung pada fanatik.
Berdasarkan karya Erikson, James Marcia (1980) mengidentifikasi empat status identitas melalui interview mendalam dengan remaja. Status ini mencerminkan tingkat komitmen yang dibuat remaja terhadap nilai-nilai agama dan politik di samping juga pekerjaan masa depan. Damon (1983) telah mengikhtisarkan empat status itu sebagai berikut.
1. Pengalihan identitas (foreclosure): Individu dalam status pengalihan identitas tidak pernah mengalami krisis identitas. Mereka telah membentuk suatu identitas prematur lebih berdasarkan pilihan orang tua mereka daripada identitas mereka sendiri. Mereka telah membuat komitmen pekerjaan dan ideologi, tetapi komitmen ini lebih mencerminkan suatu penilaian tentang apa yang dapat dilakukan figur orang tua atau otoritas anak itu daripada suatu proses otonom anak dalam penilaian-diri. Ini merupakan suatu jenis “identitas-semu” yang pada umumnya terlalu dipaksakan dan kaku untuk difungsikan sebagai dasar menghadapi krisis hidup di masa depan.
2. Kebingungan identitas (identity diffusion): Individu yang mengalami kebingungan identitas tidak menemukan arah pekerjaan atau komitmen ideologi yang mana pun, dan mencapai kemajuan kecil kearah tujuan-tujuan ini. Mereka kemungkinan telah mengalami krisis identitas, dan apabila benar, mereka tidak dapat mengatasinya.
3. Moratorium: Individu yang berada dalam status moratorium adalah individu yang telah mulai melakukan eksperimen dengan pilihan-pilihan pekerjaan dan ideologi namun belum membuat komitmen pasti terhadap salah satu pilihan. Individu ini langsung berada di tengah-tengah suatu krisis identitas dan sedang mencari pilihan-pilihan hidup pengganti.
4. Pencapaian identitas (identity achievement): Pencapaian identitas menandakan suatu status konsolidasi identitas. Pada tahap ini individu telah sadar akan dirinya sendiri, membuat keputusan-keputusan tegas tentang pekerjaan dan ideologi. Individu itu yakin bahwa keputusan-keputusan itu dibuat berdasarkan otonomi dan kebebasan serta komitmen internal yang dalam.
Emosi
Emosi adalah perasaan atau efek yang muncul ketika seseorang dalam status atau interaksi yang penting baginya terutama bagi kesejahteraanya (Campos, 2004; Campos, Frankel & Camras, 2004)
Emosi remaja
Sudah sejak lama masa remaja dinyatakan sebagai masa badai emosional (Hall,1904). Dalam bentuknya yang ekstrem pandangan ini terlalu stereotip karena remaja tidak selalu dalam kondisi “badai dan stress” meskipun demikian tidak dapat di sangkal bahwa masa remaja awal merupakan suatu masa dimana fluktuasi emosi (naik-turun) berlangsung lebih sering (Roseblum & Lewis, 2003). Memang benar di film ini pun Willy emosinya tidak terkontrol dimana saat salah satu anggota genk nya di sakiti oleh genk lain yaitu genk 88 dan genk 89.
Kepribadian
• Sifat-sifat kepribadian (OCEAN) (Caspi,& Shiner , 2006)
o Oppeness : imajinatif atau praktis, tertarik pada keragaman atau rutinitas, independent atau menyesuaikan diri
o Conscientionusness : terorganisir atau tidak terorganisir, teliti atau ceroboh, disiplin atau impulsif.
o Extraversion : ramah atau malu-malu, suka humor atau muram, penuh kasih sayang atau suka menyendiri
o Agreblaness : berhati lembut atau kasar, mudah percaya atau mudah curiga, suka menolong atau tidak komparatif
o Neurotism : tenang atau gelisah, merasa aman atau merasa tidak nyaman, puas diri atau mengasihani diri
Dalam fil ini WILLY dia sangat gelisah ketika ad anggota genknya di sakiti oleh genk yang lainnya selain itu Willy mudah curiga kepada orang yang terlalu lama menatap matanya, dia juga kassar dalam menunjukkan perilakunya ini dapat dilihat pada saat permainan football.
• Tempramen
Gaya perilaku dan karakterristik individual dalam memberikan respon individual (Galastimbos &Costigan,2003)
• Kategori tempramen (Chess & Thomas, 1977)
o Easy child
pada umumnya anak ini memiliki suasana hati yang positif, cepat membangun rutinitas, dan mudah beradaptasi dengan pengalaman-pengalaman baru.
o Difficut child
Anak ini cenderung bereaksi secara negatif terhadap berbagai situasi dan lambat dalam menerima pengalaman-pengalaman baru.
o Slow to warm up child
Tingkat aktivitas rendah, agak negatif, dan memperlihatkan suasana hati yang intensitasnya rendah
Jadi dalam hal ini Willy dapat dikatakan kategori tempramen yang Difficut child, karena WILLY bereaksi negatif baik dalam lingkungan penjara maupun saat permainan football.
C. Keluarga
Orangtua (ayah dan ibu) memegang peranan dalam pembinaan kesejahteraan keluarga bersama secara fisik, materi, dan spiritual, serta meningkatkan kedudukan keluarga dalam masyarakat. Peran keluarga atau orangtua dalam perkembangan kedewasaan remaja untuk tumbuh normal dalam melakukan peran sertanya bermasyarakat. Kurangnya kontrol sosial keluarga pada anak yang menginjak dewasa (remaja) akan menyebabkan kesulitan seorang remaja dalam menemukan identitas sesungghunya (identity diffusion atau role confusion). Hal tersebut jika tidak disikapi dengan bijak akan membawa dampak negatif pada perilaku remaja. Hal ini sesuai dengan yang ada di dalam film. Orang tua Willie sangat berpengaruh pada perkembangan identitasnya. Karena ayah tirinya suka memukul ibu yang dicintainya hingga akhirnya ia merasa bahwa harus menjadi sosok yang keras agar dapat melindungi ibunya. Namun, hal ini berdampak negatif pada kehidupannya karena pada akhirnya ia membunuh ayah tirinya tersebut dengan maksud untuk melindungi ibunya dari kekerasan sang ayah.
Kriteria keluarga Willie termasuk dalam kriteria keluarga yang tidak sehat, menurut para ahli kriteria tersebut, antara lain:
1. Keluarga tidak utuh (broken home by death, separation, divorce).
2. Kesibukan orangtua, ketidakberadaan dan ketidakbersamaan orang tua dan anak di rumah.
3. Hubungan interpersonal antar anggota keluarga (ayah-ibu-anak) yang tidak baik (buruk).
4. Substitusi ungkapan kasih sayang orangtua kepada anak, dalam bentuk materi daripada kejiwaan (psikologis).
Keluarga Willie merupakan keluarga yang tidak utuh dimana orang tua bercerai dan ibunya menikah lagi dengan seorang laki-laki yang kasar. Sehingga hal ini berdampak pada hubungan interpersonal antar dirinya dengan ayah tirinya terjalin dengan buruk dan berpengaruh pada perilakunya
Minggu, 12 Juni 2011
psikologi anak
Anak dan Media
Tugas Kelompok
Tugas Individu fitria
Tugas individu isnani
Data Umum
Jenis : Film
Judul : Jim Jam & Sunny vol.04
Durasi : 45:02
Tahun : 14 Mei 2009
Jenis : Majalah anak-anak, BOBO
Judul : Cerita Mencuci Tangan dengan gambar.
Edisi : 24 Febuari 2011-06-12
Jenis : majalah anak-anak, BOBO
Judul : cerita dari negeri dongeng → bayangan pengacau
Edisi : 24 februari 2011-06-12
Penyampaian Content
Film ini banyak bercerita tentang boneka yang besarnya mirip manusia.
Di dalam majalah anak-anak ini penuh dengan gambar dan kata-kata serta huruf-huruf yang sangat menarik, tapi yang lebih menarik itu dari gambarnya yang full colour dan lucu.
Dalam penyampaian cerita ini di sertai dengan gambar dan ini memungkinkan anak cepat memahami apa yang sedang di bacanaya. Gambarnya penuh warna dan ceritanya tidak membingungkan.
Content
Dalam film ini terdapat 4 tema penyampaian, yakni :
Sesi 1 :
Tentang misi ekspedisi atau perjalanan guna menemukan harta karun.
Sesi 2 :
Menceritakan hari yang serba dengan warna hijau oleh Jim Jam.
Sesi 3 :
Menceritakan tentang Ratu dan Kerajaan Merah.
Sesi 4 :
Pengantar sebelum tidur
Cerita yang ada dalam majalah anak-anak ini ialah mengajarkan kebersihan pada anak-anak yang sedang membacanya agar dapat mengerti akan arti dari kebersihan dan disiarkan dengan gambar-gambar.
Menceritakan tentang kejahatan pipoyot terhadap putri Nirmala
Tujuan atau materi yang ingin disampaikan atau pelajaran yang bisa diambil
Dalam film ini terdapat 4 tema penyampaian, yakni :
Sesi 1 :
Membangun kerjasama, melatih konsestrasi untuk mendengarkan dan melihat tayangan tersebut dalam waktu yang bersamaan.
Sesi 2 :
Melatih agar mampu melukis dan mampu berfikir untuk dapat memadupadankan warna.
Sesi 3 :
Melatih untuk lebih mengenali warna secara terfokuskan.
Sesi 4 :
Mengembangkan imajinasi.
Keseluruhan :
Dari kesemua sesi dalam film ini bertujuan untuk melatih konsestrasi anak dan lebih meningkatkan daya ingat anak terhadap sesuatu hal dan diajarkan tentang kerjasama untuk mencapai tujuan. Melatih mengenali satu warna dan beljar untuk memadupadankan warna
Disini diceritakan tentang bagaimana arti dari kebersihan dan manfaat dari kebersihan,
Dalam cerita “bayangan pengganggu” memberikan pesan moral bahwasanya apabila kita menjadi orang jahat seperti pipiot maka pada akhirnya kita akan celaka.
Sasaran pembaca atau penonton
Sasaran film ini ialah untuk anak-anak usia 3-6 tahun dengan semua jenis kelamin.
Untuk anak-anak usia 3-5 tahun dengan semua jenis kelamin
Sasaran film ini adalah untuk anak perempuan usia 3 - 6 th.
Pengemasan media(kelebihan dan kekurangannya)
Kelebihan :
Dalam film ini mempermudah anak untuk mengenali beberapa jenis warna dan objek serta dapat melatih kerjasama dan meningkatkan daya ingat. (lugas dan tidak berputar-putar lebih menarik karena penuh dengan warna)
Kekurangan :
Film ini membutuhkan perhatian dengan seksama karena tidak ada pengulangan dialog.
Kelebihannya :
Dalam majalah bobo ini khusus untuk judul yang saya angkat ini lebih menarik karena ceritanya penuh akan gambar yang sangat inspiratif yang dari situ bisa langsung dilihat makna yang terdapat di dalamnya (gambar menarik dan dapat menceritakan segala bentuk tujuan secara lugas)
Kekurangannya :
Dalam ceritanya ini tidak begitu panjang seperti pada judul sesudahnya. Jadi in terlalu singkat sekali dan tulisannya pun kurang besar sehingga memerlukan konsentrasi yang tinggi untuk membaca.
Kelebihannya : di dalam majalah ini tidak hanya berisikan tentang dongeng saja melainkan terdapat ilmu pengetahuan dan cerpen, dengan begini anak mampu menambah ilmu dan wawasan nusantaranya dengan membaca.
Kekurangan : tidak semua cerpen atau dongeng di sertai dengan gambar sehingga anak sulit untuk cepat mengerti apa yang menjai alur ceritanya.
Teori yang relevan
Freud dan Erikson, dan Vygotsky Bermain membantu anak dalam mengatasi kecemasan dan konflik dan mampu menambah proses berfikir
Vygotsky dan Piaget Membaca atau menggunakan audio-visual pada anak dengan hal-hal yang menarik akan mempengaruhi pola pikir anak.
Teori Tentang pikiran, Joseph Murphy mengatakan bahwa di dalam diri manusia terdapat satu pikiran yang memiliki ciri yang berbeda. Untuk membedakan ciri tersebut, maka istilahnya dinamakan dengan pikiran sadar (conscious mind) atau pikiran objektif dan pikiran bawah sadar (subconscious mind) atau pikiran subjektif
Analisis Kelompok : Jim Jam & Sunny vol.04
Dalam ini begitu banyak hal yang dapat diambil oleh anak-anak yang menonton acara tersebut, karena didalam film ini banyak memberikan pelajaran dengan cara yang cukup menarik. Dengan memfokuskan kepada warna dan warna yang difokuskan adalah warna-warna yang terang atau mencolok, sehingga memudahkan anak untuk mengingat warna tersebut. Film ini mengajarkan anak untuk mengenali warna dengan bermain, hal ini serupa dengan pendapata Freud dan Erikson, dimana dengan bermain anak mampu menenangkan dirinya dan mampu untuk mengatasi segala kecemasan dalam porsinya tersebut. Film ini seolah-olah mengajak anak untuk bermain sambil belajar, jadi tidak sulit untuk anak mereleksasikan dirinya dari masalah yang tengah dia hadapi. Dengan menonton ini juga membuat anak mampu mengasah proses kognitifnya, karena dalam film ini di ajarkan untuk berkonsentrasi serta memusatkan fikiran untuk menyelesaikan masalah yang diberikan, seperti warna mana yang mendekati objek, suara apa yang sesuai dengan gambar, dll. Maka dari itu teori ini sangatlah cocok jika disandingkan dengan tema di atas.
Analisis Individu : (fitria amalia)
Jenis : Majalah anak-anak, BOBO
Judul : Cerita Mencuci Tangan dengan gambar.
Edisi : 24 Febuari 2011-06-12
Dengan membaca cerita bergambar ini sudah pasti membantu untuk proses berfikir pada anak. Karena gambar-gambar yang disajikan itu sangat jelas menggambarkan bagaiman kita harus menjaga kebersihan. Dan dengan gambar yang menarik itulah yang dapat menarik anak-anak untuk membacanya. Maka dari itu teori yang dikemukakan oleh vygotsky dan piaget ini sangatlah relevan karena memang gambar-gambar yang disajikan ini sangatlah menarik untuk dilihat dan sangat unik. Dan dari situ anak-anak bisa mulai berfikir dan memperluas proses kognitifnya anak sehingga anak dapat mengerti akan oentingnya dari sebuah arti keindahan.
Analisis individu (isnani rachmawati)
Jenis : majalah anak-anak, BOBO
Judul : cerita dari negeri dongeng → bayangan pengacau
Edisi: 24 februari 2011-06-12
Dalam majalah BOBO ini di tujukan kepada anak perempuan usia 3 - 6 th karena pada usia saat itu kemampuan menalar seorang anak belum tumbuh sehingga pikiran bawah sadar (subconscious mind) masih terbuka dan menerima apa saja informasi dan stimulus yang dimasukkan ke dalamnya tanpa ada penyeleksian, mulai dari orang tua dan lingkungan keluarga. Dari mereka itulah, pondasi awal terbentuknya karakter sudah terbangun. Pondasi tersebut adalah kepercayaan tertentu dan konsep diri. Dengan membaca majalh BOBO ini anak semakin banyak informasi yang diterima dan semakin matang sistem kepercayaan dan pola pikir yang terbentuk, maka semakin jelas tindakan, kebiasan, dan karakter unik dari masing-masing individu. Dengan kata lain, setiap individu akhirnya memiliki sistem kepercayaan (belief system), citra diri (self-image), dan kebiasaan (habit) yang unik.
Tugas Kelompok
Tugas Individu fitria
Tugas individu isnani
Data Umum
Jenis : Film
Judul : Jim Jam & Sunny vol.04
Durasi : 45:02
Tahun : 14 Mei 2009
Jenis : Majalah anak-anak, BOBO
Judul : Cerita Mencuci Tangan dengan gambar.
Edisi : 24 Febuari 2011-06-12
Jenis : majalah anak-anak, BOBO
Judul : cerita dari negeri dongeng → bayangan pengacau
Edisi : 24 februari 2011-06-12
Penyampaian Content
Film ini banyak bercerita tentang boneka yang besarnya mirip manusia.
Di dalam majalah anak-anak ini penuh dengan gambar dan kata-kata serta huruf-huruf yang sangat menarik, tapi yang lebih menarik itu dari gambarnya yang full colour dan lucu.
Dalam penyampaian cerita ini di sertai dengan gambar dan ini memungkinkan anak cepat memahami apa yang sedang di bacanaya. Gambarnya penuh warna dan ceritanya tidak membingungkan.
Content
Dalam film ini terdapat 4 tema penyampaian, yakni :
Sesi 1 :
Tentang misi ekspedisi atau perjalanan guna menemukan harta karun.
Sesi 2 :
Menceritakan hari yang serba dengan warna hijau oleh Jim Jam.
Sesi 3 :
Menceritakan tentang Ratu dan Kerajaan Merah.
Sesi 4 :
Pengantar sebelum tidur
Cerita yang ada dalam majalah anak-anak ini ialah mengajarkan kebersihan pada anak-anak yang sedang membacanya agar dapat mengerti akan arti dari kebersihan dan disiarkan dengan gambar-gambar.
Menceritakan tentang kejahatan pipoyot terhadap putri Nirmala
Tujuan atau materi yang ingin disampaikan atau pelajaran yang bisa diambil
Dalam film ini terdapat 4 tema penyampaian, yakni :
Sesi 1 :
Membangun kerjasama, melatih konsestrasi untuk mendengarkan dan melihat tayangan tersebut dalam waktu yang bersamaan.
Sesi 2 :
Melatih agar mampu melukis dan mampu berfikir untuk dapat memadupadankan warna.
Sesi 3 :
Melatih untuk lebih mengenali warna secara terfokuskan.
Sesi 4 :
Mengembangkan imajinasi.
Keseluruhan :
Dari kesemua sesi dalam film ini bertujuan untuk melatih konsestrasi anak dan lebih meningkatkan daya ingat anak terhadap sesuatu hal dan diajarkan tentang kerjasama untuk mencapai tujuan. Melatih mengenali satu warna dan beljar untuk memadupadankan warna
Disini diceritakan tentang bagaimana arti dari kebersihan dan manfaat dari kebersihan,
Dalam cerita “bayangan pengganggu” memberikan pesan moral bahwasanya apabila kita menjadi orang jahat seperti pipiot maka pada akhirnya kita akan celaka.
Sasaran pembaca atau penonton
Sasaran film ini ialah untuk anak-anak usia 3-6 tahun dengan semua jenis kelamin.
Untuk anak-anak usia 3-5 tahun dengan semua jenis kelamin
Sasaran film ini adalah untuk anak perempuan usia 3 - 6 th.
Pengemasan media(kelebihan dan kekurangannya)
Kelebihan :
Dalam film ini mempermudah anak untuk mengenali beberapa jenis warna dan objek serta dapat melatih kerjasama dan meningkatkan daya ingat. (lugas dan tidak berputar-putar lebih menarik karena penuh dengan warna)
Kekurangan :
Film ini membutuhkan perhatian dengan seksama karena tidak ada pengulangan dialog.
Kelebihannya :
Dalam majalah bobo ini khusus untuk judul yang saya angkat ini lebih menarik karena ceritanya penuh akan gambar yang sangat inspiratif yang dari situ bisa langsung dilihat makna yang terdapat di dalamnya (gambar menarik dan dapat menceritakan segala bentuk tujuan secara lugas)
Kekurangannya :
Dalam ceritanya ini tidak begitu panjang seperti pada judul sesudahnya. Jadi in terlalu singkat sekali dan tulisannya pun kurang besar sehingga memerlukan konsentrasi yang tinggi untuk membaca.
Kelebihannya : di dalam majalah ini tidak hanya berisikan tentang dongeng saja melainkan terdapat ilmu pengetahuan dan cerpen, dengan begini anak mampu menambah ilmu dan wawasan nusantaranya dengan membaca.
Kekurangan : tidak semua cerpen atau dongeng di sertai dengan gambar sehingga anak sulit untuk cepat mengerti apa yang menjai alur ceritanya.
Teori yang relevan
Freud dan Erikson, dan Vygotsky Bermain membantu anak dalam mengatasi kecemasan dan konflik dan mampu menambah proses berfikir
Vygotsky dan Piaget Membaca atau menggunakan audio-visual pada anak dengan hal-hal yang menarik akan mempengaruhi pola pikir anak.
Teori Tentang pikiran, Joseph Murphy mengatakan bahwa di dalam diri manusia terdapat satu pikiran yang memiliki ciri yang berbeda. Untuk membedakan ciri tersebut, maka istilahnya dinamakan dengan pikiran sadar (conscious mind) atau pikiran objektif dan pikiran bawah sadar (subconscious mind) atau pikiran subjektif
Analisis Kelompok : Jim Jam & Sunny vol.04
Dalam ini begitu banyak hal yang dapat diambil oleh anak-anak yang menonton acara tersebut, karena didalam film ini banyak memberikan pelajaran dengan cara yang cukup menarik. Dengan memfokuskan kepada warna dan warna yang difokuskan adalah warna-warna yang terang atau mencolok, sehingga memudahkan anak untuk mengingat warna tersebut. Film ini mengajarkan anak untuk mengenali warna dengan bermain, hal ini serupa dengan pendapata Freud dan Erikson, dimana dengan bermain anak mampu menenangkan dirinya dan mampu untuk mengatasi segala kecemasan dalam porsinya tersebut. Film ini seolah-olah mengajak anak untuk bermain sambil belajar, jadi tidak sulit untuk anak mereleksasikan dirinya dari masalah yang tengah dia hadapi. Dengan menonton ini juga membuat anak mampu mengasah proses kognitifnya, karena dalam film ini di ajarkan untuk berkonsentrasi serta memusatkan fikiran untuk menyelesaikan masalah yang diberikan, seperti warna mana yang mendekati objek, suara apa yang sesuai dengan gambar, dll. Maka dari itu teori ini sangatlah cocok jika disandingkan dengan tema di atas.
Analisis Individu : (fitria amalia)
Jenis : Majalah anak-anak, BOBO
Judul : Cerita Mencuci Tangan dengan gambar.
Edisi : 24 Febuari 2011-06-12
Dengan membaca cerita bergambar ini sudah pasti membantu untuk proses berfikir pada anak. Karena gambar-gambar yang disajikan itu sangat jelas menggambarkan bagaiman kita harus menjaga kebersihan. Dan dengan gambar yang menarik itulah yang dapat menarik anak-anak untuk membacanya. Maka dari itu teori yang dikemukakan oleh vygotsky dan piaget ini sangatlah relevan karena memang gambar-gambar yang disajikan ini sangatlah menarik untuk dilihat dan sangat unik. Dan dari situ anak-anak bisa mulai berfikir dan memperluas proses kognitifnya anak sehingga anak dapat mengerti akan oentingnya dari sebuah arti keindahan.
Analisis individu (isnani rachmawati)
Jenis : majalah anak-anak, BOBO
Judul : cerita dari negeri dongeng → bayangan pengacau
Edisi: 24 februari 2011-06-12
Dalam majalah BOBO ini di tujukan kepada anak perempuan usia 3 - 6 th karena pada usia saat itu kemampuan menalar seorang anak belum tumbuh sehingga pikiran bawah sadar (subconscious mind) masih terbuka dan menerima apa saja informasi dan stimulus yang dimasukkan ke dalamnya tanpa ada penyeleksian, mulai dari orang tua dan lingkungan keluarga. Dari mereka itulah, pondasi awal terbentuknya karakter sudah terbangun. Pondasi tersebut adalah kepercayaan tertentu dan konsep diri. Dengan membaca majalh BOBO ini anak semakin banyak informasi yang diterima dan semakin matang sistem kepercayaan dan pola pikir yang terbentuk, maka semakin jelas tindakan, kebiasan, dan karakter unik dari masing-masing individu. Dengan kata lain, setiap individu akhirnya memiliki sistem kepercayaan (belief system), citra diri (self-image), dan kebiasaan (habit) yang unik.
Rabu, 13 April 2011
Analisis film Ramona, Tugas psikologi anak
Nama : isnani rachmawati
Nim 0911233073
Analisis film Ramona, Tugas psikologi anak
Untuk analisi film ramona ini, saya akan menganalisis mengunakan teori kognitif atau kreativitas, sebelum saya menjelaskan analisinya saya terlebih dahulu akan mendefinisikan apa itu kognitif dan apa itu kreatifitas.
Ø Kognitif adalah proses mental atau aktifitas fikiran manusia seperti persepsi, ingatan, bahasa, penalaran, dan problem solving selain itu juga orang lain dan bahasa yang digunakan memegang peranan penting dalam perkembangan kognitif pada anak (berninger,dll dalam santrock). Untuk Ramona dia memang membutuhkan teman selain untuk mengerti akan keinginan dia teman ini juga dapat sebagai teman bicara Ramona, Ramona selalu mempersepsikan suatu hal atau kejadian tertentu dengan imajinasinya ramona membayangkan berjalan di sepanjang jalan dekat rumahnya seperti halnya berjalan mengelilingi dunia selain itu saat ramona sedang tidur Ramona sering membayangkan ada monster besar masuk dalam kamarnya dan akan menemanianya tidur padahal pada kenyataanya ini sungguh tidak terjadi suatu hal apapun, ini adanya suatu persepsi pada diri Ramona akan tetapi persepsi ini hanya bersifat delusi semata,untuk proses mental jelas ini di alami Ramona karena baik teman maupun di dalam keluarganya ramona selalu di anggap masih kecil dan tidak ada yang bisa di banggakan akan tetapi Ramona ingin dia di anggap mampu dengan kemampuannya untuk menciptakan kata-kata yang baru, selain itu Ramona ingin ada sesuatu yang dapat dia banggakan dari dirinya sehingga teman-temannya mau berteman dan mempercayai dia.
Ø Kreativitas adalah suatu kemampuan berfikir induktif yang di pengaruhi oleh faktor non-intelektual dan karakteristik tempramen, orisinalitas dalam melakukan problem solving, persepsi, abstraksi, serta kelancaran mengemukakan ide-ide. Ramona anak yang akan sangat kreatif akan tetapi kekreatifan ramona ini tidak banyak dukungan baik dari para teman-temannya maupun dari keluarganya. Ramona sebagai tokoh utama dalam film ini dia sangat imajinatif dan dia selalu memecahkan masalah dengancarannya sendiri akan tetapi setiap masalah yang ingin dia pecahkan sendiri selalu memberikan masalah kepada orang lain. Ramona sangat temprament ini dikarena sedikit orang yang mempercayai dia bahwa dia itu sebenarnya mampu untuk dianggap setara dengan teman-teman yang lainnya akan tetapi kurangnya dukungan orang tua dan orang disekelilingnya cukup untuk membuat ramona bertingkah laku seperti itu.
Langganan:
Postingan (Atom)